Selasa, 26 Mei 2026
28 C
Semarang

KAI Wisata Meriahkan Pelepasan Pemudik dengan Tari, Gamelan, dan Takjil Gratis

kai-wisata-meriahkan-mudik-stasiun-pasar-senen-tari-gamelan-takjil

Berita Terkait

JAKARTA, PortalJateng.id – Suasana Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (13/3/2026) sore, terasa berbeda. Di tengah hiruk-pikuk calon penumpang yang sibuk dengan koper dan tas besar, alunan musik gamelan mengalun lembut. Beberapa penumpang yang tadinya tegang menunggu keberangkatan, mendadak tersenyum, bahkan ikut bergoyang mengikuti irama.

PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) memang sengaja menghadirkan kejutan manis di stasiun ini. Bertepatan dengan puncak arus mudik, mereka menggelar pertunjukan seni, tarian tradisional, musik gamelan, hingga live musik akustik, khusus untuk menghibur para pemudik.

Direktur Komersial KAI Wisata, Hetty Herawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan.

“Kehadiran KAI Wisata dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan bagi pelanggan, khususnya pada momen spesial seperti mudik Lebaran,” ujar Hetty dalam siaran persnya, Jumat (14/3/2026).

Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Membangun Kenangan

Bagi sebagian orang, menunggu kereta di stasiun bisa jadi momen membosankan. Apalagi jika harus menunggu berjam-jam dengan ribuan penumpang lain. Tapi KAI Wisata ingin mengubah persepsi itu. Mereka ingin stasiun tak hanya menjadi tempat transit, tapi juga ruang berkesenian yang hangat.

Para penumpang yang duduk di kursi tunggu, tiba-tiba dihibur oleh penari dengan kostum tradisional yang gemulai. Di sudut lain, kelompok musik akustik membawakan lagu-lagu nostalgia yang membuat beberapa penumpang ikut bersenandung. Anak-anak kecil yang tadinya rewel, kini asyik memperhatikan pertunjukan.

“Kami ingin turut menghadirkan suasana yang lebih hangat dan berkesan bagi para pemudik. Melalui pertunjukan beragam kesenian dan kegiatan pelepasan penumpang ini, kami berharap para pelanggan dapat memulai perjalanan mudik dengan penuh kebahagiaan dan semangat kebersamaan,” tambah Hetty.

Berbagi Takjil, Berbagi Kebahagiaan

Tak hanya pertunjukan seni, KAI Wisata juga membagikan takjil gratis kepada para penumpang yang tengah menunggu waktu berbuka. Para petugas berkeliling membawa nampan berisi kurma, kolak, dan makanan ringan, membagikannya dengan senyum ramah.

Antusiasme penumpang terlihat jelas. Mereka yang tadinya sibuk dengan ponsel atau sekadar termenung, tiba-tiba tersenyum saat menerima takjil. Momen berbuka puasa di perjalanan yang biasanya sepi, mendadak terasa lebih hangat.

“Ini bentuk kepedulian dan kebersamaan di bulan Ramadan. Kami ingin penumpang merasakan bahwa mudik dengan kereta api tidak hanya aman dan nyaman, tapi juga penuh kehangatan,” ujar Lukman, salah satu petugas di lokasi.

Lebih dari Sekadar Transportasi

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kereta api bukan sekadar alat transportasi. Ia adalah ruang sosial tempat bertemunya ribuan cerita, ribuan harapan, dan ribuan rindu. Dengan menghadirkan seni dan berbagi takjil, KAI Wisata ingin menegaskan bahwa perjalanan mudik adalah bagian dari pengalaman hidup yang patut dirayakan.

Hetty menegaskan bahwa KAI Wisata akan terus menghadirkan berbagai program dan aktivitas yang dapat meningkatkan pengalaman pelanggan selama perjalanan.

“Melalui berbagai kegiatan seperti ini, kami berharap dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan serta menjadikan perjalanan dengan kereta api tidak hanya sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang lebih berkesan,” tuturnya.

KAI Wisata: Bukan Sekadar Anak Perusahaan KAI

PT Kereta Api Pariwisata adalah anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang didirikan pada tahun 2009. Perusahaan ini menjadi pionir pariwisata berbasis kereta api di Indonesia.

Produk dan layanan KAI Wisata sangat beragam, mulai dari Kereta Wisata, tour & travel management, umroh, pengelolaan Lounge, hingga destinasi wisata sejarah seperti Lawang Sewu dan Indonesian Railway Museum (IRM) Ambarawa.

Dengan pengalaman lebih dari 14 tahun, KAI Wisata telah membangun reputasi pada kualitas layanan dan pengetahuan mendalam tentang destinasi wisata.

Visi perusahaan adalah menjadi penyedia jasa kepariwisataan dan hospitality yang mumpuni dan profesional, baik di dalam maupun luar lingkup industri perkeretaapian. Misi mereka mencakup penyelenggaraan jasa penunjang kepariwisataan yang humanis, berdaya saing, berkelanjutan, serta inovatif dan inklusif.

Catatan Redaksi

Ada yang menarik dari inisiatif KAI Wisata kali ini. Mereka tidak hanya fokus pada layanan inti—menjual tiket dan mengoperasikan kereta—tapi juga pada pengalaman emosional penumpang. Pertunjukan seni dan bagi-bagi takjil adalah “bumbu” yang membuat perjalanan mudik terasa lebih manusiawi.

Di tengah segala kerumitan teknis mudik, tiket habis, antrean panjang, bagasi berat, kehadiran seni dan kebersamaan ini seperti oase. Ia mengingatkan bahwa mudik bukan hanya soal sampai tujuan, tapi juga soal menikmati perjalanan itu sendiri.

Hetty Herawati dan tim KAI Wisata patut diapresiasi. Mereka membuktikan bahwa BUMN bisa hadir dengan wajah humanis, tidak hanya mengejar profit. Dengan mengintegrasikan seni tradisional dan nilai-nilai Ramadan, mereka ikut melestarikan budaya sekaligus membangun kedekatan emosional dengan pelanggan.

Semoga inisiatif seperti ini tidak hanya berhenti di Stasiun Pasar Senen, tapi juga bisa diterapkan di stasiun-stasiun lain di Indonesia. Karena pada akhirnya, perjalanan yang nyaman adalah perjalanan yang menyentuh hati, bukan hanya yang cepat sampai.

Selamat mudik, selamat menikmati perjalanan, dan selamat berkumpul dengan keluarga. Semoga setiap momen di perjalanan menjadi kenangan indah yang tak terlupakan.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru