Minggu, 3 Mei 2026
30.8 C
Semarang

HUT ke-479 Semarang, Diskon 50 Persen & Gratis Tiket Lawang Sewu

Kado Spesial untuk Warga Kota

Berita Terkait

SEMARANG, PortalJateng.id – Setiap 2 Mei, Kota Semarang berulang tahun. Tahun ini, usianya genap 479 tahun. Di hari jadinya yang jatuh pada Sabtu (2/5/2026), ada satu destinasi yang memberi kado istimewa untuk warganya, Lawang Sewu.

Bangunan bersejarah dengan segudang pintu itu memberikan diskon 50 persen, sehingga tiket masuknya menjadi hanya Rp10.000. Ada bonus lebih istimewa bagi yang berulang tahun tepat di tanggal 2 Mei 2026, gratis masuk. Namun, ada dua syarat yang wajib dipenuhi, pembeli tiket harus ber-KTP Kota Semarang dan follow akun Instagram @kawisata serta @wisata.lawangsewu.

Corporate Branding & Communication KAI Wisata, Riesta Junianti, menjelaskan bahwa ini adalah bentuk apresiasi untuk masyarakat Kota Semarang.

“Momentum HUT Kota Semarang merupakan kesempatan yang sangat baik untuk semakin mendekatkan masyarakat dengan kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki kota ini. Lawang Sewu dapat menjadi ruang pengalaman yang lebih inklusif dan berkesan bagi semua kalangan,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Kado di Tengah Pesta Rakyat

Kado spesial dari Lawang Sewu ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-479 Kota Semarang yang bertajuk “Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat”. Promo diskon ini juga sejalan dengan program Pemkot Semarang “Info Promo Geden”, yang memberikan tiket gratis ke lima destinasi wisata lain seperti Hutan Wisata Tinjomoyo, Gua Kreo, Taman Lele, Taman Lalu Lintas, dan Kolam Keceh Sodong pada tanggal yang sama.

Sejarah yang Tak Lekang oleh Waktu

Lawang Sewu, yang namanya berarti “seribu pintu” dalam Bahasa Jawa, bukan sekadar bangunan tua. Dirancang oleh arsitek Belanda Prof. Jakob F. Klinkhamer dan B.J. Ouendag, bangunan ini awalnya adalah kantor pusat Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM), perusahaan kereta api swasta pertama di Hindia Belanda.
Konstruksinya dimulai tahun 1904 dan selesai tahun 1907. Di masa pendudukan Jepang (1942-1945), gedung ini disita dan ruang bawah tanahnya yang lembap berubah fungsi menjadi penjara serta lokasi eksekusi. Lantunan kidung saat itu berganti gemuruh doa dan jeritan pilu. Di sanalah napas spiritualitas pertama terbentuk, sebuah pengingat bahwa sejarah tak hanya ukiran kemenangan, tetapi juga tangis kepedihan yang mengajarkan nilai kemanusiaan.

Kini, setelah direstorasi dan diresmikan sebagai museum oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono pada 2011, Lawang Sewu dikelola oleh KAI Wisata sebagai destinasi heritage unggulan. Wisatawan bisa menyusuri lorong-lorong panjang, menyentuh dinding bata keramik oranye yang melambangkan kemakmuran, serta menikmati keindahan kaca patri karyanya Johannes Lourens Schouten. Kaca-kaca itu seolah-olah menjadi lentera yang terus menyala, menyalakan kesadaran bahwa peradaban tak pernah diam, dan kita semua adalah bagian dari cerita panjang perjalanan sebuah kota.

Masyarakat Diajak Menjaga Warisan

Riesta berharap diskon ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat posisi Lawang Sewu sebagai destinasi heritage kelas dunia.

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Harapannya inisiatif ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam melestarikan warisan budaya sekaligus mendukung pariwisata lokal,” tutup Riesta.

Masyarakat bisa mendapatkan informasi lebih lanjut melalui situs resmi KAI Wisata di kaiwisata.id, media sosial @kawisata, atau menghubungi kontak bisnis di +62 811-1220-7227.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru