Jumat, 8 Mei 2026
33.8 C
Semarang

Rail Clinic KAI Kedungjati: Dari Layanan Kesehatan Hingga Edukasi di Atas Rel

Berita Terkait

KEDUNGJATI – Rangkaian kereta klinik berwarna meluncur pelan memasuki Stasiun Kedungjati, Grobogan, Selasa (11/11/25). Bukan untuk mengangkut penumpang, melainkan membawa layanan kesehatan gratis bagi 300 warga sekitar stasiun yang seringkali kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT KAI Daop 4 Semarang ini menghadirkan Rail Clinic generasi keempat, dua kereta untuk layanan kesehatan lengkap dengan peralatan EKG, USG, dan laboratorium hematology analyzer, serta dua kereta lainnya berfungsi sebagai perpustakaan keliling (Rail Library).

“Melalui kegiatan bertema KAI Semakin Melayani ini, kami bersinergi dengan Dinas Kesehatan memberikan layanan langsung kepada masyarakat, khususnya di sekitar jalur kereta api yang akses kesehatan terbatas,” ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo.

Dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, warga antusias memanfaatkan berbagai layanan yang disediakan. Tak sekadar pemeriksaan umum, Rail Clinic juga menyediakan pemeriksaan gigi, layanan kebidanan, kesehatan mata, laboratorium sederhana, hingga farmasi.

Tim medis yang terdiri dari 3 dokter umum, 1 dokter gigi, 1 dokter spesialis obstetri, 1 optometrist, 2 apoteker, dan 11 paramedis bekerja cepat melayani masyarakat. Penyuluhan kesehatan dan edukasi seks sejak dini juga diberikan untuk mencegah perilaku berisiko.

KAI tidak setengah-setengah dalam program kali ini. Berbagai bantuan diserahkan langsung kepada masyarakat, termasuk 50 kacamata gratis untuk siswa SD, 40 paket gizi dan alat tulis, bantuan untuk 68 anak yatim, 3 kursi roda untuk lansia, serta 25 paket sembako untuk petugas penjaga lintasan swadaya.

“Bantuan ini kami harapkan dapat berkontribusi meningkatkan kesehatan, gizi, dan kualitas hidup masyarakat,” tambah Franoto.

Suyatmi (45), warga Desa Kedungjati yang datang sejak pagi, membagikan pengalamannya, “Saya bawa anak cek gigi dan mata. Biasaya ke puskesmas harus antre lama, biaya juga lumayan. Ini gratis dan pelayanannya cepat”, ujarnya.

Namun, ibu dua anak ini berharap program seperti ini tidak hanya sesekali. “Semoga tidak hanya setahun sekali. Kalau bisa Rail Clinic datang tiap tiga bulan, atau ada posko kesehatan tetap di sini yang difasilitasi KAI”, imbuhnya.

Di sisi lain stasiun, Rail Library ramai dikunjungi anak-anak. Bersamaan dengan itu, tim pengamanan KAI memberikan sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api.

“Kami ingin menumbuhkan minat baca sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya keselamatan di sekitar rel,” jelas Franoto.

Setelah sebelumnya digelar di Stasiun Telawa, Boyolali (2023) dan Stasiun Gundih, Grobogan (2024), program Rail Clinic terus menunjukkan komitmen KAI dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar jalur kereta api.

“Semoga upaya ini membawa manfaat nyata, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah operasional KAI,” tutup Franoto.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru