Kamis, 16 April 2026
30.9 C
Semarang

Komdigi Dorong Kampus Jadi Penggerak Utama Ekosistem AI Nasional

Berita Terkait

SEMARANG — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengajak perguruan tinggi di Indonesia menjadi penggerak utama dalam membangun ekosistem kecerdasan artifisial (AI) nasional.

Ajakan itu disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, dalam acara Awarding Digital Talent War dan Internship Fair 2025 di Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Kamis (13/11/2025).

Nezar menegaskan, kecerdasan artifisial kini telah menjadi simbol kemajuan peradaban modern, bukan sekadar inovasi teknologi.

“AI saat ini menjadi ikon dari kemajuan sains, teknologi, bahkan politik dunia. Negara yang mampu menguasai AI akan lebih unggul dibanding negara lain,” ujarnya.

Menurut Nezar, Amerika Serikat dan Tiongkok kini bersaing ketat untuk menjadi pemimpin global di bidang industri AI. Persaingan tersebut menggambarkan betapa penguasaan teknologi menjadi faktor strategis dalam menentukan arah kekuatan ekonomi dan geopolitik dunia.

“Indonesia harus mampu mengambil peran dalam arus besar ini. Jangan hanya menjadi penonton, tapi turut menciptakan dan menguasai teknologi AI untuk kepentingan bangsa sendiri,” tegasnya.

Wamen Komdigi juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi digital yang telah merasuk ke hampir seluruh aspek kehidupan. Bahkan, masyarakat kini merasakan langsung bagaimana AI terintegrasi dalam berbagai aplikasi, layanan publik, dan mesin pencarian digital.

“Dunia bergerak sangat cepat. Hampir semua sektor kini berbicara tentang AI. Perguruan tinggi harus menjadi pusat lahirnya ide, inovasi, dan talenta digital masa depan,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri untuk membangun kemandirian bangsa di bidang AI.

“Kita tidak boleh hanya menjadi pengguna. Kita harus mampu menjadi pencipta teknologi AI yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia,” ujarnya.

Bonifasius menjelaskan, AI memiliki potensi besar untuk dikembangkan sesuai konteks nasional. Salah satu peluangnya adalah dalam bidang kesehatan melalui pengembangan AI berbasis penyakit tropis (tropical disease) yang hanya dimiliki negara-negara tropis seperti Indonesia.

“AI membutuhkan data yang spesifik. Kalau kita bisa membangun basis data sendiri, misalnya terkait penyakit tropis, itu akan menjadi keunggulan bangsa kita,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan Komdigi tengah menyiapkan dua program strategis, yakni Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional dan Etika Kecerdasan Artifisial.

“Kemajuan AI harus diiringi dengan etika dan tanggung jawab. Kami mendorong agar mahasiswa dan peneliti tidak hanya berinovasi, tetapi juga memastikan teknologi ini digunakan untuk kebaikan,” terangnya.

Sementara itu, Rektor Unika Soegijapranata, Robertus Setiawan Aji Nugroho, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Komdigi dan BPSDM dalam mendukung kegiatan yang menggabungkan kompetisi, pembelajaran, dan peluang karier digital bagi mahasiswa.

“Kami merasa terhormat menjadi tuan rumah ajang besar ini. Digital Talent War dan Internship Fair menjadi ruang berharga bagi mahasiswa untuk menampilkan potensi terbaik di bidang teknologi dan pemasaran digital,” ujarnya.

Menurut Robertus, di era kecerdasan artifisial, kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi kunci utama.

“Siapa yang paling cepat belajar dan mampu beradaptasi dengan perubahan, dialah yang akan memimpin di masa depan. Mahasiswa harus menjadi game changer di era AI ini,” tegasnya.

Awarding Digital Talent War dan Internship Fair 2025 merupakan puncak kegiatan kompetisi dan kolaborasi mahasiswa dari berbagai kampus di Semarang. Selain memberikan penghargaan kepada pemenang lomba digital, acara ini juga membuka peluang magang melalui kerja sama dengan mitra industri.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru