SEMARANG — PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif dengan menjadi mitra utama Lawang Sewu Short Film Festival (LSSFF) 2025. Festival yang digagas Pemerintah Kota Semarang ini diselenggarakan pada 5–7 Desember 2025, dan menjadi ajang pertama yang memadukan seni perfilman, promosi wisata, serta pemberdayaan UMKM lokal.
LSSFF 2025 berhasil menarik 144 film pendek dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah melalui proses kurasi, 122 karya lolos administrasi dan 21 film terbaik dipilih untuk ditayangkan dalam sesi pemutaran selama festival.
Dalam keterangan rilisnya, Direktur Utama KAI Wisata, Hendy Helmy, menyatakan bahwa dukungan ini sejalan dengan visi perusahaan dalam mengubah destinasi heritage menjadi ruang budaya yang hidup.
“Lawang Sewu bukan sekadar ikon wisata, tetapi juga ruang inspirasi bagi generasi muda untuk berkarya dan berjejaring,” ujarnya.
Program Unggulan Festival:
· Pemutaran 21 film terbaik dalam kategori Pelajar, Mahasiswa, dan Umum.
· Screening film pendek Prancis hasil kolaborasi dengan Institut Français.
· Diskusi dan lokakarya perfilman untuk sineas muda.
· Pasar UMKM binaan Dinas Koperasi Kota Semarang.
· Total hadiah festival senilai Rp150 juta.
Festival ini didukung penuh oleh sejumlah perangkat daerah, seperti Disbudpar Kota Semarang yang menyelenggarakan workshop, edukasi seni film, serta promosi destinasi, dan Dinas Koperasi yang membuka ruang usaha bagi pelaku lokal.
“Kami berkomitmen menjadikan Lawang Sewu sebagai ekosistem kreatif yang relevan dengan zaman, sekaligus memperkuat posisi Semarang sebagai kota destinasi seni dan budaya nasional,” tambah Hendy Helmy.
Ke depan, KAI Wisata berharap LSSFF dapat menjadi agenda tahunan yang semakin berkembang, tidak hanya sebagai ajang festival film, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi kreatif dan wisata heritage yang berkelanjutan.



