BATANG – Operasi pencarian yang digelar Basarnas Kantor SAR Semarang bersama tim gabungan akhirnya membuahkan hasil, meski berakhir dengan kepiluan. Eko Kudiran (32), nelayan kru Kapal “KM. Tunggu Pangestu” yang dilaporkan hilang tenggelam di Muara Kali Sambong, Batang, pada Minggu (8/2/2026), berhasil ditemukan dan dievakuasi pada Selasa (10/2/2026) siang. Sayangnya, korban ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, menyampaikan bahwa jasad korban pertama kali dilaporkan oleh nelayan sekitar yang melihat ada mayat terapung di laut lepas.
“Kami terima info dari nelayan sekitar bahwa mereka melihat ada mayat terapung dan segera menghubungi tim yang sedang melakukan pencarian, itu sekitar pukul setengah tiga,” ujar Budiono.
Proses Evakuasi yang Sempat Tertunda Akibat Pergeseran Arus
Tim SAR yang sedang berpatroli segera bergegas menuju koordinat yang dilaporkan. Namun, karena jasad korban tidak diamankan terlebih dahulu oleh nelayan yang menemukan, saat tim tiba di lokasi, tubuh korban telah bergeser dan hilang kembali terseret arus.
“Tim sempat melakukan pencarian lagi karena korban sudah bergeser dari lokasi awal. Butuh dua jam bagi tim untuk melakukan pencarian dan alhamdulillah korban akhirnya berhasil ditemukan kembali,” imbuh Budiono.
Setelah ditemukan untuk kedua kalinya, tim segera melakukan evakuasi. Jasad Eko Kudiran kemudian dibawa menuju pantai dan tiba sekitar pukul 17.50 WIB. Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Kalisari Batang untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum lebih lanjut.
Budiono menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam operasi SAR multiday ini, sehingga korban dapat ditemukan.
Kilas Balik Tragedi: Terjepit Baling-Baling Lalu Terseret Arus
Seperti diberitakan sebelumnya, insiden bermula saat Eko hendak memeriksa kerusakan mesin kapal yang menyebabkan baling-baling tidak berputar. Dengan menggunakan alat selam tradisional, ia menyelam di bawah kapal. Rekannya, Subandriyo, yang curiga karena Eko tak kunjung muncul, lalu menyusul turun ke air dan menemukan Eko telah terjepit di antara baling-baling kapal.
Dalam upaya penyelamatan darurat, Subandriyo naik ke permukaan dan memutar kemudi kapal untuk melepaskan jepitan. Sayangnya, saat terlepas, tubuh Eko justru terseret arus sungai yang deras dan menghilang sebelum sempat ditolong.



