Minggu, 19 April 2026
27 C
Semarang

Heri Pudyatmoko Dorong Sekolah Jadi Ruang Pengembangan Potensi dan Kreativitas Siswa

Berita Terkait

Portaljateng.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko menegaskan bahwa sistem pendidikan sudah seharusnya membantu membentuk karakter dan tumbuh kembang siswa, bukan mengekangnya. Salah satunya dengan tidak membatasi potensi para siswa, melainkan menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan menemukan keunggulan masing-masing.

Menurut Heri, setiap anak memiliki karakter dan bakat yang berbeda, sehingga pendekatan pendidikan tidak seharusnya diseragamkan.

“Pendidikan itu bukan untuk menyeragamkan. Justru harus mampu menggali potensi masing-masing anak agar mereka punya keunggulan,” ujarnya.

Ia menilai, sistem pendidikan yang terlalu berorientasi pada standar nilai dan keseragaman, justru berisiko membuat siswa kehilangan arah dalam mengembangkan minat dan bakatnya. Dampaknya, banyak lulusan sekolah yang tidak memiliki keahlian khas dan kesulitan bersaing di dunia kerja.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 masih berada di kisaran 5 persen lebih, dengan lulusan pendidikan menengah ke atas menjadi salah satu penyumbang terbesar.

Kondisi ini dinilai menjadi sinyal bahwa sistem pendidikan belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.

Heri menyebut, pola pendidikan yang mendorong siswa mengejar jalur yang sama justru mempersempit peluang dan meningkatkan persaingan pada sektor tertentu.

“Kalau semua diarahkan ke jalur yang sama, kompetisi akan menumpuk di satu titik. Ini yang membuat banyak lulusan kesulitan mencari peluang,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya transformasi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis.

“Sekolah harus menjadi ruang tumbuh. Anak-anak perlu diberi kesempatan untuk mencoba, gagal dan menemukan jalannya sendiri,” katanya.

Selain itu, Heri juga mendorong peran aktif guru dan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing siswa menemukan potensi terbaiknya,” tambahnya.

Ia menilai, jika sistem pendidikan mampu mengakomodasi keberagaman potensi, maka akan lahir lebih banyak individu kreatif yang mampu menciptakan peluang kerja.

“Kalau anak-anak didorong untuk berinovasi, mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja,” tegasnya.

Ke depan, Heri berharap pendekatan pendidikan berbasis potensi dapat menjadi arah kebijakan, sehingga mampu menciptakan generasi yang unggul, mandiri dan berdaya saing.

“Pendidikan harus membentuk karakter dan membuka jalan, bukan justru membatasi masa depan anak,” pungkasnya.*

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru