Jumat, 12 Juni 2026
30.7 C
Semarang

PINSAR Sepakat Naikkan Harga Ayam Hidup Bertahap, Jateng Mulai 15,5 Ribu hingga 19,5 Ribu

Pemerintah Intervensi, Pelanggar Kena Sanksi Agro Input

Berita Terkait

UNGARAN, PortalJateng.id – Harga ayam hidup (livebird) dari kandang selama ini masih di bawah standar nasional. Para peternak merugi. Pemerintah turun tangan.

Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) se-Pulau Jawa menggelar rapat koordinasi di Ballroom The Wujil Hotel, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu (10/6/2026).

Hasilnya, kesepakatan harga ayam hidup yang akan naik secara bertahap.

Ratusan pelaku usaha perunggasan hadir dalam acara ini.

Harga Bertahap, Mulai 15,5 Ribu hingga 19,5 Ribu per Kilogram

Sekretaris Jenderal PINSAR Indonesia, Mukhlis Wahyudi, menegaskan kesepakatan harga untuk Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Untuk Jawa Timur, harga mulai 16 ribu rupiah per kilogram pada Rabu (10/6). Senin (15/6) nanti, harga naik menjadi 19,5 ribu rupiah.

Untuk Jawa Tengah, harga mulai 15,5 ribu rupiah per kilogram. Secara bertahap, Senin (15/6) menjadi 19,5 ribu rupiah.

Jawa Barat, Jabodetabek, dan all size bottom press mengikuti skema yang sama.

“Kesepakatan ini dihasilkan lewat agenda meeting koordinasi PINSAR Indonesia se-Pulau Jawa,” ujar Mukhlis Wahyudi.

Pemerintah Dukung dan Akan Awasi

Hary Suhada , Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH, mewakili pemerintah. Ia mendukung penuh kesepakatan ini.

“Kesepakatan ini bagian dari reward and punishment bagi pelaku usaha. Kita akan melakukan intervensi,” ujar Hary Suhada usai acara.

Pemerintah akan terus mengawal sebagai tindak lanjut. Pelaku usaha yang melanggar kesepakatan akan mendapat sanksi tegas berupa agro input.

Ketua PINSAR Jateng: Harga di Jateng Paling Murah

Drh. Susilo, Ketua PINSAR Indonesia Jawa Tengah sekaligus Ketua Penyelenggara, mengapresiasi kehadiran pemerintah.

“Kita di sini memang harga paling murah. Karena sebagian besar peternak menjual ke luar daerah,” jelas Drh. Susilo.

Saat ini, harga per kilogram di Jawa Tengah masih 12 ribu rupiah. Berdasarkan kesepakatan, besok pagi naik menjadi 15,5 ribu rupiah. Senin (15/6) bisa mencapai 19 ribu rupiah per kilogram.

Ia berharap kesepakatan ini bisa menstabilkan harga livebird se-Pulau Jawa, bahkan tingkat nasional.

“Kita ingin menekan para broker agar tidak mempermainkan harga daging ayam hidup di pasaran,” tegas Drh. Susilo.

Seluruh pelaku usaha perunggasan yang tergabung dalam PINSAR Indonesia diwajibkan mematuhi kesepakatan ini. Jika melanggar, akan mendapat sanksi tegas dari regulator pemerintah.

Harga ayam hidup selama ini tak menentu. Peternak kecil sering menjadi korban. Biaya produksi naik, tapi harga jual anjlok.

Pertemuan di The Wujil Hotel ini bukan sekadar rapat. Ia adalah upaya kolektif untuk menyelamatkan ribuan peternak dari kebangkrutan.

Pemerintah hadir. Intervensi dilakukan. Sanksi tegas diancamkan.

Apakah kesepakatan ini akan berjalan mulus? Atau akankah para broker tetap bermain di belakang layar?

Yang jelas, langkah ini patut diapresiasi. Peternak tidak bisa berjuang sendiri. Mereka butuh kepastian harga, butuh perlindungan, butuh keberpihakan.

Semoga kesepakatan ini membawa berkah bagi peternak kecil di desa-desa. Dan semoga harga ayam di pasaran tidak lagi merugikan siapa pun.

Karena ketika peternak sejahtera, pangan kita aman. Dan ketika pangan aman, bangsa ini kuat

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru