Minggu, 14 Juni 2026
30.7 C
Semarang

Mobil MPV Nekat Terobos Palang Pintu di Semarang, KAI: Sangat Berbahaya, Harus Ditindak

Sirine Berbunyi, Palang Tertutup, Tetap Nekat. KAI Daop 4 Dorong Penegakan Hukum

Berita Terkait

SEMARANG, PortalJateng.id – Sebuah mobil MPV nekat menerobos palang pintu perlintasan kereta api di Jalan Layur (JPL 1B), Kota Semarang, pada Jumat (12/6/2026). Aksi itu viral di media sosial dan mendapat kecaman luas.

Mobil tersebut nyaris menemper KA Anggrek relasi Gambir – Surabaya yang sedang melintas.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan tindakan itu sangat berbahaya.

“KAI Daop 4 Semarang sangat menyayangkan tindakan pengendara tersebut. Perilaku menerobos palang pintu bukan hanya membahayakan pengendara itu sendiri, tetapi juga membahayakan pengguna jalan lain, petugas, serta keselamatan perjalanan kereta api,” ujar Luqman.

Sirine Berbunyi, Palang Tertutup, Tetap Nekat

Masinis tampak melihat mobil yang nekat terobos palang pintu perlintasan di Semarang

Menurut Luqman, pengendara tetap memaksa melintas meski sirine peringatan sudah berbunyi. Palang pintu juga telah menutup.

Peristiwa itu membuat warga dan pengguna jalan panik. Beruntung , tidak terjadi temperan antara mobil dengan KA Anggrek.

Namun, KAI menegaskan kejadian itu tidak boleh dianggap sepele. Potensi kecelakaan fatal sangat besar.

KAI Ajak Polisi Telusuri Pengemudi

Luqman menyampaikan bahwa KAI Daop 4 Semarang akan berkoordinasi dengan kepolisian. Mereka akan menelusuri pengemudi mobil tersebut.

“Kami mendorong adanya penegakan hukum terhadap pelanggaran di perlintasan sebidang. Jika pelanggaran seperti ini dibiarkan, maka dapat menjadi contoh buruk bagi pengguna jalan lain,” jelas Luqman.

Pengemudi dapat diberikan penindakan sesuai aturan lalu lintas yang berlaku, jika terbukti melanggar rambu dan ketentuan keselamatan.

Upaya Pencegahan yang Terus Dilakukan

KAI Daop 4 Semarang terus melakukan berbagai upaya pencegahan kecelakaan di perlintasan sebidang:

  • Sosialisasi keselamatan kepada masyarakat
  • Kampanye disiplin berlalu lintas
  • Pemasangan spanduk imbauan
  • Koordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian
  • Penutupan perlintasan liar atau yang rawan

Pada periode Januari hingga Juni 2026, KAI Daop 4 Semarang telah melaksanakan 177 kali sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang.

Mereka juga telah menutup 14 perlintasan liar.

Namun, dalam periode yang sama, masih tercatat 12 kejadian kecelakaan di perlintasan sebidang wilayah Daop 4 Semarang.

Keselamatan Tanggung Jawab Bersama

Luqman menegaskan bahwa data tersebut menjadi pengingat. Keselamatan di perlintasan sebidang harus menjadi perhatian bersama.

“Angka kecelakaan di perlintasan masih menjadi perhatian serius bagi kami. Karena itu, kami terus mengajak masyarakat untuk disiplin. Jangan mengambil risiko hanya karena ingin lebih cepat beberapa detik,” ungkap Luqman.

Ia juga menegaskan bahwa palang pintu perlintasan bukan alat pengaman utama. Ia adalah alat bantu keselamatan.

“Keselamatan utama tetap bergantung pada kedisiplinan pengguna jalan saat melintasi jalur kereta api,” tegas Luqman.

KAI mengimbau seluruh pengguna jalan untuk berhenti ketika sirine berbunyi dan palang pintu mulai menutup.

“Jangan menerobos, jangan melawan arah, dan jangan memaksakan diri melintas. Satu pelanggaran kecil dapat berakibat fatal,” pungkas Luqman.

Nekat menerobos palang pintu demi beberapa detik lebih cepat. Bukan hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga penumpang kereta, pengguna jalan lain, dan petugas di lokasi.

Mobil MPV itu beruntung. KA Anggrek tidak sampai menabrak. Tapi keberuntungan tidak datang dua kali.

KAI Daop 4 Semarang telah melakukan 177 kali sosialisasi. Mereka telah menutup 14 perlintasan liar. Tapi masih ada 12 kecelakaan dalam enam bulan pertama tahun ini.

Angka itu menunjukkan bahwa keselamatan bukan hanya tugas KAI. Ia adalah tanggung jawab kita semua.

Setiap pengendara yang mengabaikan sirine dan palang pintu, pada dasarnya sedang bermain dengan nyawa. Nyawa sendiri, nyawa penumpang kereta, dan nyawa pengguna jalan lain.

Berhenti saat sirine berbunyi bukanlah tindakan pengecut. Ia adalah keputusan bijak. Satu menit menunggu lebih baik daripada seumur hidup menyesal.

Semoga kejadian ini menjadi pelajaran. Semoga tidak ada lagi pengendara nekat yang mencoba peruntungan di perlintasan kereta api. Karena kereta tidak bisa berhenti mendadak, tapi nyawa bisa melayang dalam sekejap.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru