SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah memperkuat upaya perbaikan kualitas kredit dan pembiayaan Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPR/S) di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satu langkah yang ditempuh adalah meningkatkan efektivitas pelaksanaan strategi bisnis dan mempercepat penyelesaian kredit bermasalah.
Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Hidayat Prabowo mengatakan, peningkatan kualitas kredit membutuhkan target yang jelas, pelaksanaan rencana kerja yang terukur, serta pemantauan secara berkala. Dengan demikian, strategi yang disusun BPR/S dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret yang berdampak terhadap kinerja perusahaan.
“Target yang jelas perlu diikuti dengan aktivitas prioritas yang terukur dan dilaksanakan secara konsisten. Dengan pemantauan serta akuntabilitas yang kuat, BPR/S dapat memastikan strategi berjalan efektif dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kredit,” ujar Hidayat dalam keterangan resmi, Selasa (6/10/2026).
Untuk mendorong perbaikan tersebut, OJK Jawa Tengah menggelar rangkaian pendampingan bagi BPR/S. Kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) mengenai penguatan kualitas kredit dan pembiayaan di Semarang pada 27 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan dengan lokakarya di Semarang pada 30 September, Solo pada 1 Oktober, serta Yogyakarta secara hybrid pada 2 Oktober 2026.
Dalam rangkaian lokakarya tersebut, OJK mendorong BPR/S menerapkan empat elemen utama dalam pelaksanaan strategi. Keempatnya meliputi penetapan sasaran yang jelas dan terukur, penentuan aktivitas prioritas, pemantauan pencapaian hingga tingkat pelaksana, serta evaluasi dan akuntabilitas secara rutin.
Pendekatan ini diharapkan membantu BPR/S mengidentifikasi langkah yang paling berdampak terhadap pencapaian target, sekaligus memastikan setiap rencana tindak berjalan sesuai jadwal dan dapat dievaluasi secara objektif.
Sebagai bagian dari upaya mempercepat penyelesaian kredit bermasalah, Kantor OJK Solo juga meluncurkan tahap awal e-catalog agunan dalam rangkaian lokakarya di Solo. Katalog elektronik ini diharapkan memperluas akses informasi mengenai agunan sehingga proses pemasaran dan penjualan aset terkait kredit bermasalah dapat berjalan lebih cepat.
Selanjutnya, OJK akan mendampingi BPR/S melalui pemantauan pencapaian target setiap pekan hingga akhir 2026. Pemantauan tersebut ditujukan untuk mengevaluasi pelaksanaan rencana tindak, mengidentifikasi hambatan, serta menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.
Melalui langkah tersebut, OJK berharap BPR/S tidak hanya menetapkan target perbaikan kualitas kredit, tetapi juga menjalankan strategi secara konsisten dan terukur. Perbaikan ini diharapkan berdampak pada kualitas aset, penyelesaian kredit bermasalah, serta penguatan kinerja dan daya saing industri BPR/S di Jawa Tengah dan DIY.
Di luar pendampingan pelaksanaan strategi, OJK Jawa Tengah juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kapasitas industri BPR/S. Bersama German Sparkassenstiftung for International Cooperation (DSIK) dan Perbarindo, OJK mendorong penguatan manajemen risiko perkreditan serta pengembangan pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sesuai karakteristik dan siklus usaha.
Penguatan tersebut diarahkan untuk membantu BPR/S memperluas pembiayaan kepada UMKM tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian, tata kelola, dan manajemen risiko.
OJK berharap upaya tersebut dapat memperkuat fungsi intermediasi BPR/S, menjaga kualitas kredit dan pembiayaan, serta meningkatkan kontribusi industri terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.











