Menu ✖

Mode Gelap

Nawal Yasin Dorong Anak Muda Terjun ke Industri Batik Pekalongan

16 Okt 2026 · 08:56 WIB ·


					Nawal Yasin Dorong Anak Muda Terjun ke Industri Batik Pekalongan Perbesar


PEKALONGAN
 – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arawah Yasin, terus mendorong regenerasi perajin batik. Pasalnya, jumlah perajin batik memiliki kecenderungan menurun.

Hal itu ditekankan Nawal, saat Pembukaan Pekan Batik Nusantara (PBN) 2026, di Alun-Alun Nusantara Pekalongan, Rabu (14/10/2026) malam. Dia membeberkan data Pemerintah Kota Pekalongan per 2 Oktober 2026, terdapat sekitar 10.000 perajin batik, termasuk berbagai komponen pelaku usaha yang berkaitan dengan industri batik. Sementara, total jumlah pengrajin batik di Jawa Tengah sekitar 49.530 perajin, dan yang terbesar ada di daerah Solo Raya dan Pekalongan.

Jika dibandingkan dengan data jumlah pengrajin batik di tahun 2020 yang mencapai 82.550 pengrajin, maka saat ini terjadi penurunan jumlah pengrajin batik di Jawa Tengah sekitar 40 persen.

“Untuk itu kita semua harus meningkatkan regenerasi pengrajin batik kepada anak muda, serta menjaga, melindungi, dan mengembangkan kapasitas pengrajin serta ekosistem batik, karena batik merupakan kegiatan budaya dan ekonomi kerakyatan padat karya yang telah menghidupi ratusan ribu keluarga di Jawa Tengah,” ujar Nawal.

Menurutnya, batik Pekalongan mempunyai tempat istimewa dalam khazanah batik Indonesia, yang tumbuh dari tradisi masyarakat pesisir yang terbuka terhadap berbagai budaya, perdagangan, dan perkembangan zaman. Seperti budaya Tionghoa, Arab, India, Belanda, serta berbagai tradisi Nusantara, yang ikut memperkaya ragam motif dan warna batik Pekalongan.

Diakui, salah satu keunggulan dari batik Pekalongan adalah kekayaan motifnya. Ada motif Jlamprang, Buketan, Encim dan Klenengan, Pagi-Sore, Hokokai, Flora & Fauna, dan sebagainya.

“Mungkin tidak banyak yang tahu tentang motif-motif itu. Karenanya, perlu edukasi kepada masyarakat mengenai kekayaan batik Pekalongan itu. Kemudian, bagaimana dari kain tradisionalnya kita bisa buat produk yang tersegmentasi. Ada busana kerja, busana pesta, sarung, fesyen, dan sebagainya,” kata Nawal.

Selain keragaman motifnya, terang istri Wakil Gubernur Jawa Tengah ini, batik Pekalongan juga memiliki keunggulan lainya yaitu keberanian warna, keterbukaan terhadap pengaruh budaya, serta kemampuan perajinnya mengembangkan desain yang mengikuti perkembangan zaman tanpa harus meninggalkan akar tradisi aslinya. Inilah modal kuat Batik Pekalongan sebagai produk budaya sekaligus produk ekonomi kreatif yang kompetitif dan diminati pasar.

Untuk membangun masa depan batik Pekalongan, Nawal membeberkan enam langkah strategis. Pertama, melestarikan dan mengembangkan motif khas Pekalongan, dengan mendokumentasikan pengetahuan tradisional, memperkuat regenerasi pembatik, dan menjaga keaslian proses batik tulis serta batik cap.

Kedua, meningkatkan kualitas dan inovasi produk. Dalam hal ini, perajin perlu didorong untuk mengembangkan desain, kualitas bahan, pewarnaan, kenyamanan produk, kemasan, dan standar produksi yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

“Kemudian, memperluas pasar nasional dan global. Kita harus mempertemukan perajin dengan pembeli, memperkuat pemasaran digital, mengikuti pameran strategis, dan membuka akses ke pasar ekspor secara bertahap,” sorotnya.

Strategi keempat, kata Nawal, memperkuat kelembagaan dan kesejahteraan perajin. Akses pembiayaan, pelatihan usaha, perlindungan kekayaan intelektual, regenerasi tenaga terampil, dan penguatan koperasi maupun kelompok usaha harus menjadi bagian dari agenda bersama.

Kelima, membangun kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, Dekranasda, pelaku usaha, desainer, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat harus berjalan bersama. Tidak ada satu pihak pun yang mampu membangun industri batik yang kuat apabila bekerja sendiri.

Keenam, mengembangkan basis data industri batik yang terintegrasi berbasis teknologi digital, mulai dari jumlah perajin, kapasitas produksi, jenis produk, omzet, tujuan pemasaran, hingga nilai transaksi dan ekspor. Dengan data yang baik, strategi pengembangan batik akan menjadi lebih terarah, terukur, dan berdampak nyata.

“Saya juga mengajak generasi muda untuk mencintai batik, bukan hanya dengan mengenakannya, tetapi dengan mempelajarinya, mengembangkan desainnya, mempromosikannya, dan menjadikannya sumber inovasi serta peluang usaha. Teknologi digital, kecerdasan buatan, dan perdagangan elektronik dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan motif, memperluas jangkauan promosi, membaca kebutuhan konsumen, serta mempertemukan perajin dengan pasar yang lebih luas,” tandasnya.**

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

OJK Denda 2,1 Triliun Pihak Terkait Saham DSSA, BREN dan CUAN

17 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif berupa denda total Rp 2,1 triliun kepada pihak-pihak yang terlibat pelanggaran di pasar modal terkait saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

PGN Lihat Peluang Gas Bumi untuk Industri Olahan dan UMKM Trenggalek

16 Oktober 2026 - 14:54 WIB

PGN Lihat Peluang Gas Bumi untuk Industri Olahan dan UMKM Trenggalek

Dari Peringkat Lima ke Dua, Jateng Perkuat Wisata Ramah Muslim

16 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Dari Peringkat Lima ke Dua, Jateng Perkuat Wisata Ramah Muslim

BRI Purwodadi Salurkan Air Bersih untuk Bantu Warga Grobogan Hadapi Kekeringan

15 Oktober 2026 - 18:43 WIB

BRI Purwodadi Salurkan Air Bersih untuk Bantu Warga Grobogan Hadapi Kekeringan

OJK Restui Merger BPR Mulyo Lumintu ke Danarakyat Sentosa

15 Oktober 2026 - 18:19 WIB

OJK menyetujui penggabungan PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Mulyo Lumintu ke dalam PT BPR Danarakyat Sentosa yang berkedudukan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Lindungi Petani hingga Pengajar Keagamaan, Jateng Masuk Nominasi Jamsostek Award 2026

15 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Lindungi Petani hingga Pengajar Keagamaan, Jateng Masuk Nominasi Jamsostek Award 2026
Trending di Ekonomi

Tinggalkan Komentar