Menu ✖

Mode Gelap

OJK Restui Merger BPR Mulyo Lumintu ke Danarakyat Sentosa

15 Okt 2026 · 18:19 WIB ·


					OJK menyetujui penggabungan PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Mulyo Lumintu ke dalam PT BPR Danarakyat Sentosa yang berkedudukan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Perbesar

OJK menyetujui penggabungan PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Mulyo Lumintu ke dalam PT BPR Danarakyat Sentosa yang berkedudukan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyetujui penggabungan PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Mulyo Lumintu ke dalam PT BPR Danarakyat Sentosa yang berkedudukan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi untuk memperkuat industri BPR sekaligus meningkatkan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Persetujuan tersebut tertuang dalam Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-75/D.03/2026 tanggal 8 Oktober 2026. OJK menyerahkan keputusan penggabungan tersebut kepada pengurus kedua BPR di Kantor OJK Provinsi Jawa Tengah pada Selasa (13/10/2026).

Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Hidayat Prabowo mengatakan, konsolidasi BPR merupakan langkah strategis untuk membangun industri yang lebih sehat, tangguh, dan kompetitif. Upaya ini dilakukan melalui penguatan permodalan, kelembagaan, tata kelola, serta kapasitas usaha.

“Dengan kelembagaan dan permodalan yang semakin kuat, BPR diharapkan mampu meningkatkan kapasitas penyaluran pembiayaan kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM, sekaligus menjalankan fungsi intermediasi secara lebih optimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” terang Hidayat, Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, persetujuan merger diberikan setelah melalui evaluasi menyeluruh terhadap aspek permodalan, tata kelola, manajemen risiko, kinerja keuangan, kesiapan operasional, dan pelindungan konsumen sesuai ketentuan yang berlaku.

Setelah penggabungan berlaku efektif, seluruh hak dan kewajiban PT BPR Mulyo Lumintu akan beralih kepada PT BPR Danarakyat Sentosa. OJK juga menegaskan bahwa proses merger harus tetap memperhatikan keberlanjutan layanan perbankan serta pemenuhan hak dan kewajiban nasabah.

OJK menilai konsolidasi diperlukan untuk menghadapi tantangan industri BPR, mulai dari dinamika ekonomi global dan regional, perkembangan teknologi, perubahan preferensi masyarakat terhadap layanan keuangan, hingga persaingan industri yang semakin ketat.

Selain itu, BPR perlu memperkuat permodalan dan kelembagaan, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengoptimalkan penerapan tata kelola dan manajemen risiko agar mampu menjaga keberlangsungan usaha.

Melalui konsolidasi dan transformasi industri tersebut, OJK berharap BPR dapat memperluas akses keuangan masyarakat, khususnya pelaku UMKM, serta meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

BRI Purwodadi Salurkan Air Bersih untuk Bantu Warga Grobogan Hadapi Kekeringan

15 Oktober 2026 - 18:43 WIB

BRI Purwodadi Salurkan Air Bersih untuk Bantu Warga Grobogan Hadapi Kekeringan

Lindungi Petani hingga Pengajar Keagamaan, Jateng Masuk Nominasi Jamsostek Award 2026

15 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Lindungi Petani hingga Pengajar Keagamaan, Jateng Masuk Nominasi Jamsostek Award 2026

Ulang Tahun ke-31, AZKO Tawarkan Diskon dan Cashback hingga Rp3,1 Juta

15 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Ulang Tahun ke-31, AZKO Tawarkan Diskon dan Cashback hingga Rp3,1 Juta

BRI Peduli Salurkan Bantuan Speaker untuk Dukung Kegiatan Masyarakat di Blora

14 Oktober 2026 - 18:41 WIB

BRI Peduli Salurkan Bantuan Speaker untuk Dukung Kegiatan Masyarakat di Blora

Solusi Bangun Indonesia Raih ASEAN Energy Awards 2026 Berkat Inovasi RDF

14 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Dalam malam penganugerahan di Manila, Filipina, Rabu (7/10/2026), Direktur Operasi Solusi Bangun Indonesia Edi Sarwono menerima penghargaan dari Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Vietnam, Nguyen Viet Son.

DJP Gandeng 38 Administrasi Pajak, Bidik Kepastian Pajak Bisnis Digital Lintas Negara

14 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memperkuat kerja sama perpajakan lintas negara dengan melibatkan 38 administrasi pajak dari berbagai negara melalui forum internasional Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Forum (BRITACOF) ke-7 di Jakarta, pada 13–15 Oktober 2026.
Trending di Ekonomi

Tinggalkan Komentar