Menu ✖

Mode Gelap

QRIS Jelajah Indonesia 2025: Kolaborasi Budaya dan Digitalisasi dari Borobudur hingga Lawang Sewu

2 Okt 2025 · 22:07 WIB ·


					Pelepasan peserta QRIS Jelajah Indonesia (QJI) Wilayah Jawa 2025 di Taman Lumbini Candi Borobudur, Magelang, pada Kamis (2/10), oleh Koordinator BI Wilayah Jawa, Ibrahim, dan Kepala Perwakilan BI Jateng, Rahmat Dwisaputra. Perbesar

Pelepasan peserta QRIS Jelajah Indonesia (QJI) Wilayah Jawa 2025 di Taman Lumbini Candi Borobudur, Magelang, pada Kamis (2/10), oleh Koordinator BI Wilayah Jawa, Ibrahim, dan Kepala Perwakilan BI Jateng, Rahmat Dwisaputra.

Magelang – Final kompetisi QRIS Jelajah Indonesia (QJI) Wilayah Jawa 2025 resmi dimulai di Taman Lumbini Candi Borobudur, Magelang, pada Kamis (2/10). Ajang kompetisi ini diikuti 14 tim dengan 42 peserta yang adalah para juara dari 14 Kantor Perwakilan Bank Indonesia se-Jawa.

Mengusung semangat sinergi dan kolaborasi, QJI Wilayah Jawa 2025 menjadi ajang untuk mengakselerasi akseptasi sistem pembayaran digital melalui pendekatan edukatif berbasis budaya lokal.

Berlangsung pada 2–4 Oktober 2025, QJI Wilayah Jawa bertema “Qris Joglosemar” ini digelar di lima kota ikonik, yakni mulai dari Kabupaten Magelang, berlanjut ke Kota Yogyakarta, Kota Surakarta, Kabupaten Semarang dan Kota Semarang.

Dalam jelajah wisata tersebut, mereka menjalankan tujuh misi utama yang memadukan edukasi pembayaran digital dengan eksplorasi budaya, seperti penggunaan QRIS, pelindungan konsumen, BI-FAST, dan cinta bangga paham (CBP) Rupiah.

Misi edukasi QRIS dimulai dari kawasan Candi Borobudur, dilanjutkan dengan pengalaman menggunakan QRIS untuk transportasi di Trans Jogja, serta edukasi CBP Rupiah di Pasar Beringharjo.

Selanjutnya peserta juga mengeksplorasi budaya di Kampung Kauman Surakarta, menyosialisasikan pelindungan konsumen di Dusun Semilir Kabupaten Semarang, dan mengedukasi retribusi digital di kawasan Kota Lama Semarang. Sebagai penutup, peserta mengenalkan BI-FAST melalui registrasi proxy address kepada masyarakat di Lawang Sewu.

Ibrahim, Koordinator Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Jawa, mengungkapkan, QJI Wilayah Jawa 2025 bukan sekadar kompetisi, tetapi juga forum transformasi budaya transaksi di masyarakat.

“Tahun ini, unsur kebudayaan diintegrasikan secara kuat sebagai media penyampaian pesan digitalisasi, mulai dari kuliner, seni, hingga kearifan lokal yang dikemas dalam konten media sosial. Edukasi dilakukan dengan pendekatan kreatif, salah satunya melalui vlog budaya yang dibagikan ke publik,” terangnya.

Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia mendorong perubahan perilaku masyarakat dari transaksi tunai ke non-tunai.

Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra mengapresiasi penyelenggaraan final QJI Wilayah Jawa di wilayahnya, terutama di kawasan Candi Borobudur sebagai destinasi super prioritas.

“Saat ini QRIS telah digunakan untuk sistem tiketing dan kampanye publik di Borobudur, dengan dominasi pengguna dari turis Malaysia dalam transaksi QRIS lintas negara,” ungkapnya.

Target QRIS 2025 Jauh Terlampaui

Ibrahim menambahkan, hingga Agustus 2025, realisasi volume transaksi QRIS nasional telah mencapai 8,8 miliar atau 136,6% dari target 6,5 miliar, dengan jumlah pengguna mencapai 57,6 juta orang dan jumlah merchant 40,5 juta.

Pulau Jawa berkontribusi signifikan dengan 7,5 miliar transaksi, 39,5 juta pengguna, dan 27,3 juta merchant yang mayoritas UMKM.

“Data tersebut menunjukkan bahwa perkembangan QRIS jauh lebih pesat dibanding kartu kredit. Karena QRIS hanya membutuhkan waktu selama 5 tahun untuk tembus 50 juta pengguna, sementara kartu kredit membutuhkan waktu 25 tahun untuk dapat mencapainya. Dan yang menarik, perkembangan jumlah transaksi QRIS di Jawa saja yang mencapai 7,5 miliar transaksi, telah melampaui target nasional 2025 yang dipatok 6,5 miliar,” ungkapnya.

Capaian tersebut mencerminkan hasil nyata dari sinergi dan konsistensi edukasi, termasuk melalui QJI yang dilaksanakan serentak oleh seluruh Kantor Pewakilan BI di wilayah Jawa.”Dengan menggabungkan budaya dan digitalisasi, QJI Wilayah Jawa 2025 hadir sebagai simbol sinergi untuk negeri—memperluas akseptasi sistem pembayaran digital, mencintai rupiah, dan menumbuhkan ekonomi Indonesia dari akar budaya lokal,” tutup Ibrahim.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

BRI Peduli Salurkan Bantuan Speaker untuk Dukung Kegiatan Masyarakat di Blora

14 Oktober 2026 - 18:41 WIB

BRI Peduli Salurkan Bantuan Speaker untuk Dukung Kegiatan Masyarakat di Blora

Solusi Bangun Indonesia Raih ASEAN Energy Awards 2026 Berkat Inovasi RDF

14 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Dalam malam penganugerahan di Manila, Filipina, Rabu (7/10/2026), Direktur Operasi Solusi Bangun Indonesia Edi Sarwono menerima penghargaan dari Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Vietnam, Nguyen Viet Son.

DJP Gandeng 38 Administrasi Pajak, Bidik Kepastian Pajak Bisnis Digital Lintas Negara

14 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memperkuat kerja sama perpajakan lintas negara dengan melibatkan 38 administrasi pajak dari berbagai negara melalui forum internasional Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Forum (BRITACOF) ke-7 di Jakarta, pada 13–15 Oktober 2026.

PGN Kembali Raih Penghargaan IICD 2026 Berkat Konsistensi Perkuat Tata Kelola Perusahaan

13 Oktober 2026 - 16:39 WIB

PGN Kembali Raih Penghargaan IICD 2026 Berkat Konsistensi Perkuat Tata Kelola Perusahaan

OJK Genjot Kualitas Kredit BPR/S di Jateng dan DIY, Targetkan Penyelesaian Kredit Bermasalah

13 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah memperkuat upaya perbaikan kualitas kredit dan pembiayaan Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPR/S) di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ahmad Luthfi Pacu Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa

13 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Ahmad Luthfi Pacu Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa
Trending di Ekonomi

Tinggalkan Komentar