Menu ✖

Mode Gelap

Hari Kesehatan Nasional, IDAI–IPA Perkuat Advokasi dan Inovasi untuk Genjot Cakupan Imunisasi

15 Nov 2025 · 07:43 WIB ·


					Ketua PP IDAI - Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso (kiri),  Direktur Eksekutif IPA - dr. Naveen Thacker (tengah) dan Ketua Satgas Imunisasi IDAI - Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi (kanan) Perbesar

Ketua PP IDAI - Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso (kiri), Direktur Eksekutif IPA - dr. Naveen Thacker (tengah) dan Ketua Satgas Imunisasi IDAI - Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi (kanan)

Jakarta — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama International Pediatric Association (IPA) menggelar Experience Sharing Workshop: “Pediatric Association Advocacy for Immunization Priorities” di Jakarta, bertepatan dengan momentum Hari Kesehatan Nasional ke-61 dan menjelang Hari Anak Sedunia.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi global dan merumuskan strategi inovatif untuk meningkatkan cakupan imunisasi sebagai fondasi menuju Generasi Indonesia Emas 2045.

Ketua Umum IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), menegaskan pentingnya mempercepat pemerataan imunisasi.

“Setiap anak yang terlindungi oleh imunisasi adalah calon pemimpin masa depan. Untuk mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045, kita harus memastikan fondasi kesehatan mereka kuat sejak dini. Tantangan imunisasi yang kompleks, dari aspek logistik hingga sosial budaya, harus kita atasi bersama dengan kolaborasi dan inovasi,” ujarnya.

Workshop menghadirkan perwakilan Kementerian Kesehatan, UNICEF, WHO, serta organisasi dokter anak dari sejumlah negara, termasuk Nigeria. Para narasumber membagikan pengalaman tentang solusi praktis untuk meningkatkan cakupan imunisasi, mengatasi penolakan vaksin, hingga memerangi misinformasi yang semakin marak.

Piprim menegaskan, imunisasi tetap menjadi intervensi kesehatan paling cost-effective yang terbukti menyelamatkan jutaan nyawa anak.

Namun, berbagai tantangan kini bersifat multidimensi, mulai dari logistik di wilayah pedesaan dan kepulauan, manajemen Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), isu injeksi ganda, hingga keraguan vaksin yang dipengaruhi budaya dan misinformasi.

Sementara itu Direktur Eksekutif IPA, Dr. Naveen Thacker, menyoroti pentingnya peran tenaga kesehatan dalam menghadapi infodemik.

“Komitmen Indonesia dalam membangun Generasi Emas 2045 sangat visioner. Dalam pertempuran melawan misinformasi vaksin, peran dokter anak sebagai sumber terpercaya tidak bisa ditawar. Pengalaman dan inovasi yang dibagikan di workshop ini bukan hanya berharga bagi Indonesia, tetapi juga menjadi pelajaran bagi komunitas kesehatan global,” katanya.

Pembahasan utama dalam workshop meliputi solusi logistik imunisasi, strategi komunikasi untuk mengatasi keraguan vaksin, pemberdayaan masyarakat dan tokoh lokal, penanganan misinformasi, serta pendekatan berbasis budaya untuk meningkatkan penerimaan imunisasi.

Melalui pertemuan ini, IDAI dan IPA menargetkan tersusunnya kerangka aksi advokasi yang dapat memperkuat program imunisasi nasional. Rekomendasi kebijakan, strategi komunikasi, dan model inovasi layanan yang dirumuskan diharapkan mampu mendukung target pemerintah serta memastikan lebih banyak anak Indonesia terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

Indosat Bundling iPhone 18 Pro, Tawarkan Kuota 175 GB dan Cicilan Mulai 499 Ribu

22 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Indosat Bundling iPhone 18 Pro, Tawarkan Kuota 175 GB dan Cicilan Mulai 499 Ribu

TITIPAN YANG TERLUKA: Refleksi di Balik Gelombang MBG

7 September 2026 - 12:35 WIB

TITIPAN YANG TERLUKA: Refleksi di Balik Gelombang MBG

Menyikapi Bisikan Semesta: Refleksi di Balik Erupsi Anak Krakatau

7 September 2026 - 11:54 WIB

Menyikapi Bisikan Semesta: Refleksi di Balik Erupsi Anak Krakatau

Malam Perpisahan KKN UIN Walisongo di Sitalang Penuh Haru

1 September 2026 - 09:01 WIB

Malam Perpisahan KKN UIN Walisongo di Sitalang Penuh Haru

Dua Mahasiswi UIN Walisongo di Balik Panggung Meja Pingpong Bekas: Salma dan Vira Belajar Makna Kemerdekaan dari Warga Sitalang

18 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Dua Mahasiswi UIN Walisongo di Balik Panggung Meja Pingpong Bekas: Salma dan Vira Belajar Makna Kemerdekaan dari Warga Sitalang

Panggung Meja Pingpong Bekas, Doa, dan Kemerdekaan di Kampung Sitalang

18 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Panggung Meja Pingpong Bekas, Doa, dan Kemerdekaan di Kampung Sitalang
Trending di Featured

Tinggalkan Komentar